Beberapa
masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan
organ reproduksi pada remaja adalah perilaku sek bebas (free sex), masalah
kehamilan diluar pernikahan, dan terjangkitnya penyakit menular seksual
termasuk HIV/AIDS. Berbagai permasalahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal,
antara lain tekanan pasangan, merasa sudah siap melakukan hubungan seks,
keinginan dicintai, keingintahuan tentang seks, pengaruh media massa (tayangan
TV dan internet, yang menampakan bahwa normal bagi remaja untuk melakukan
hubungan seks, serta paksaan dari orang lain untuk melakukan hubungan seks.
Pergaulan seks bebas berisiko besar mengarah pada terjadinya kehamilan tak
diinginkan (KTD)
Kehamilan
tak diinginkan (KTD) terjadi karena faktor, seperti faktor sosiodemografik
(kemiskinan, media massa, seksualitas aktif, dan kegagalan dalam penggunaan
kontrasepsi), karakteristik keluarga yang kurang harmonis (hubungan antara
keluarga), status perkembangan (Kurang pemikiran tentang masa depan, ingin
coba-coba, kebutuhan akan perhatian), penggunaan dan penyalahgunaan
obat-obatan. Faktor lain yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus KTD
dikalangan para remaja, antara lain kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar
tentang proses terjadinya kehamilan dan metode pencegahan, kegagalan alat
kontrasepsi, serta dapat juga terjadi akibat tindak perkosaan.
Secara
umum, penyimpangan perilaku seksual seks pada remaja dapat dicegah melalui
tindakan konseling atau penyuluhan, peningkatan keimanan dan ketaqwaan.
Tindakan konseling ini dilakukan dengan tindakan penyebaran pesan mengenai
pentingnya kesehatan secara umum sehingga diharapkan masyarakat tidak sadar,
tahu tetapi dapat berbuat sesuatu dan mengetahui apa yang bisa dilakukan.
Penyuluhan tidak hanya dilakukan pada remaja saja, tetapi juga perlu dilakukan
kepada orang tua sehingga diharapkan kedua belah pihak dapat saling
mengingatkan.
Sumber
: Kesehatan Reproduksi (EGC)
DOWNLOAD PDF

Comments
Post a Comment