Perawat Indonesia Menghadapi MEA
Oleh :
Erlan Ade Putra, S.Kep, Ners.
Perawat merupakan
pekerjaan yang sangat mulia, merawat orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk
pulih dari sakitnya maupun untuk meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik merupakan suatu kekuatan yang
harus dimiliki oleh seorang perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang
optimal kepada pasien.tanpa kemampuan itu sulit bagi seorang perawat untuk memberikan
asuhan keperawatan secara baik dan optimal kepada pasien, sehingga ada beberapa
perawat memberikan kesan yang kurang baik kepada masyarakat sehingga memunculkan
pandangan kurang baik terhadap citra perawat.
Pengetahuan, kemampuan,
dan sikap yang baik merupakan hal penting untuk dimiliki seorang perawat yang
baru lulus maupun perawat senior, karena ini merupakan modal awal kita untuk menghadapi
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang mulai berjalan akhir desember ini. MEA merupakan
hal yang harus kita hadapi dan bukan untuk dihindari oleh perawat karena sekarang
Era globalisasi yang membuat berbagai sector mengarah pada pasar bebas. Indonesia
merupakan pasar yang sangat besar dimana Indonesia memiliki lebih dari 200 juta
penduduk dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sehingga banyak tenaga
kesehatan seperti perawat asing yang ingin bekerja di Indonesia. MEA merupakan tantangan
maupun kesempatan yang sangat besar bagi perawat Indonesia bersaing secara
global untuk mengembangkan kemampuan dan kesejahateran perawat. MEA sebagai kendaraan
kita untuk dapat bertukar informasi, peluang bekerja keluar negeri, dan banyak hal
lain yang dapat kita manfaatkan. Tapi apakah perawat kita sudah siap menghadapi
MEA ? apakah perawat kita hanya bias menjadi penonton di Negara sendiri dengan banyaknya
perawat asing yang bekerja di Indonesia disebabkan perawat Indonesia tidak mampu
bersaing dengan perawat asing karena merasa rendah dari dengan kualitas sumber daya
manusia kesehatan dan ditambah dengan keterbatasan penguasan teknologi?.
Perawat
Indonesia harus siap mengahadapi MEA karena perawat Indonesia tidak kalah dengan
perawat asing dari segi pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Bursa tenaga kerja saingan
terbesar perawat Indonesia di asia tenggara hanyalah perawat dari Filipina,
karena perawat Filipina lebih unggul dalam segi bahasa inggris. Tapi itu bukan hal
bagi perawat kita menjadi rendah diri tapi jadikan motivasi untuk membuat profesi
perawat lebih baik.
Saat ini profesi
perawat sudah mempunyai undang-undang keperawatan yang telah diperjuangkan lebih
dari 20 tahun oleh PPNI, Mahasiswa, Pemerintah dan teman-teman sejawat. UU
Keperawatan merupakan harga mati untuk diperjuangkan karena ini merupakan regulasi
kita untuk melindungi perawat dan meningkatkan harkat martabat profesi keperawatan.
UU Keperawatan ini menjadi modal kita untuk menghadapi MEA. Selain dari itu pemerintah
membuat standar-standar untuk melindungi maupun meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan
khususnya perawat, seperti STR (Surat Tanda Registrasi) sebagai tanda bukti tertulis
yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat
kompetensi. Dengan STR, maka perawat dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.
Agar perawat bias mendapatkan STR, perawat harus memiliki ijazah dan sertifikat
kompetensi, Ijazah serta sertifikat kompetensi tersebut diberikan kepada peserta
didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi. STR
ini juga merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh perawat asing yang ingin bekerja
di Indonesia, mereka harus memiliki ijazah perawat dan lulus uji kompetensi di
Indonesia sehingga perawat asing harus menguasai bahasa Indonesia. Jadi perawat
Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi MEA tapi dari sekarang perawat kita harus
selalu mengembangkan pengetahuan, ketrampilan berbahasa inggris, dan sikap caring sebagai seorang perawat Karen amenjadi
modal bagi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat.
Masyarakat tidak butuh perawat yang pintar saja tapi mereka memerlukan perawat
yang merawat dengan keramahan dan ketulusan hati. Hidup perawat Indonesia tetap
semangat dan terus berjuang untuk kemajuan profesi keperawatan.
Comments
Post a Comment