Skip to main content

Perawat Indonesia Menghadapi MEA 2015

Perawat Indonesia Menghadapi MEA 
Oleh :
Erlan Ade Putra, S.Kep, Ners.

Perawat merupakan pekerjaan yang sangat mulia, merawat orang-orang yang membutuhkan bantuan untuk pulih dari sakitnya maupun untuk meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik merupakan suatu kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal kepada pasien.tanpa kemampuan itu sulit bagi seorang perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara baik dan optimal kepada pasien, sehingga ada beberapa perawat memberikan kesan yang kurang baik kepada masyarakat sehingga memunculkan pandangan kurang baik terhadap citra perawat.
Pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang baik merupakan hal penting untuk dimiliki seorang perawat yang baru lulus maupun perawat senior, karena ini merupakan modal awal kita untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang mulai berjalan akhir desember ini. MEA merupakan hal yang harus kita hadapi dan bukan untuk dihindari oleh perawat karena sekarang Era globalisasi yang membuat berbagai sector mengarah pada pasar bebas. Indonesia merupakan pasar yang sangat besar dimana Indonesia memiliki lebih dari 200 juta penduduk dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sehingga banyak tenaga kesehatan seperti perawat asing yang ingin bekerja di Indonesia. MEA merupakan tantangan maupun kesempatan yang sangat besar bagi perawat Indonesia bersaing secara global untuk mengembangkan kemampuan dan kesejahateran perawat. MEA sebagai kendaraan kita untuk dapat bertukar informasi, peluang bekerja keluar negeri, dan banyak hal lain yang dapat kita manfaatkan. Tapi apakah perawat kita sudah siap menghadapi MEA ? apakah perawat kita hanya bias menjadi penonton di Negara sendiri dengan banyaknya perawat asing yang bekerja di Indonesia disebabkan perawat Indonesia tidak mampu bersaing dengan perawat asing karena merasa rendah dari dengan kualitas sumber daya manusia kesehatan dan ditambah dengan keterbatasan penguasan teknologi?.
Perawat Indonesia harus siap mengahadapi MEA karena perawat Indonesia tidak kalah dengan perawat asing dari segi pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Bursa tenaga kerja saingan terbesar perawat Indonesia di asia tenggara hanyalah perawat dari Filipina, karena perawat Filipina lebih unggul dalam segi bahasa inggris. Tapi itu bukan hal bagi perawat kita menjadi rendah diri tapi jadikan motivasi untuk membuat profesi perawat lebih baik.

Saat ini profesi perawat sudah mempunyai undang-undang keperawatan yang telah diperjuangkan lebih dari 20 tahun oleh PPNI, Mahasiswa, Pemerintah dan teman-teman sejawat. UU Keperawatan merupakan harga mati untuk diperjuangkan karena ini merupakan regulasi kita untuk melindungi perawat dan meningkatkan harkat martabat profesi keperawatan. UU Keperawatan ini menjadi modal kita untuk menghadapi MEA. Selain dari itu pemerintah membuat standar-standar untuk melindungi maupun meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan khususnya perawat, seperti STR (Surat Tanda Registrasi) sebagai tanda bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Dengan STR, maka perawat dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan. Agar perawat bias mendapatkan STR, perawat harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi, Ijazah serta sertifikat kompetensi tersebut diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi. STR ini juga merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh perawat asing yang ingin bekerja di Indonesia, mereka harus memiliki ijazah perawat dan lulus uji kompetensi di Indonesia sehingga perawat asing harus menguasai bahasa Indonesia. Jadi perawat Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi MEA tapi dari sekarang perawat kita harus selalu mengembangkan pengetahuan, ketrampilan berbahasa inggris, dan sikap caring sebagai seorang perawat Karen amenjadi modal bagi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat. Masyarakat tidak butuh perawat yang pintar saja tapi mereka memerlukan perawat yang merawat dengan keramahan dan ketulusan hati. Hidup perawat Indonesia tetap semangat dan terus berjuang untuk kemajuan profesi keperawatan.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT KARTU PPNI

MEKANISME PENDAFTARAN ANGGOTA Pendaftaran anggota dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu a.    Pendaftaran secara individu melalui portal SIM Keanggotaan online b.    Pendaftaran anggota melalui komisariat terkait Secara mendasar, walaupun anggota melakukan pedaftaran secara online di portal simk , tetapi sebenarnya anggota melakukan pendaftaran di wilayah/kabupaten tempat kerja / tempat tinggalnya. 1. Pendaftaran secara individu dilakukan dengan tahapan berikut : a.       Calon anggota membuka http://simk.inna-ppni.or.id b.     Calon anggota selanjutnya dapat membuka menu pendaftaran anggota c.     Lalu akan muncul form yang dapat diisi sesuai dengan data calon anggota 2.     Setelah calon anggota mendaftar, maka selanjutnya calon anggota melakukan pembayaran iuran keanggotaan kepada pengurus komisariat/kabupaten kota 3.     Selanjutnya, pengurus kab...

CARA CUCI TANGAN ENAM LANGKAH

Ada enam langkah cuci tangan dengan antiseptik (handrub) yang benar menurut WHO yaitu : Langkah 1.  Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar. Langkah 2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian Langkah 3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih  Langkah 4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci  Langkah 5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara  Langkah 6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan Bergantian